Posted by : Unknown Selasa, 23 Desember 2014



Sebab Guru Matematika itu “Galak”


Siapa yang tidak tahu matematika. Matematika merupakan bagian dari hidup manusia. Manusia dalam kehidupan selalu terkait dengan matematika. Mulai dari membeli sesuatu, kita menggunakan matematika untuk melakukan barter uang dengan benda. Kita menghitung jumlah barang juga menggunakan matematika. Menghitung luas suatu ruangan dengan menggunakan matematika. Hampir semua kegiatan manusia berkaitan dengan matematika.
Manusia mengenal matematika dari mereka kecil.  Namun mereka baru menemui pembelajaran saat SD.  Lalu bagaimana identik matematika itu dalam pembelajarannya? Sebagian siswa atau kebanyakan mereka yang belajar matematika menyatakan satu, guru matematika itu galak. 
Julukan “ guru galak “ sudah tertanam dalam setiap pembelajaran. Tapi pernakah kita berpikir mengapa matematika identik dengan “ guru galak”?.
Menjadi guru memanglah sulit. Marah itu adalah naturi setiap manusia. Dan, ada saatnya kemarahan demikian baik dan benar. Tapi alangkah kejamnya guru kalau marah menjadi kesukaan, main pukul menjadi satu-satunya tindakan pendisiplinan. Berhentilah marah ketika rasa marah itu yang mengendalikan. Jika tidak, siswa nantinya mencap guru, guru galak. Guru harus senantiasa waspada ketika hati yang menyayangi menjadi kering. Bila ada guru yang apatis terhadap siswa, keguruan guru macam ini sudah mati. Terkhusus untuk guru matematika, kita harus senantiasa ingat, tidak semua siswa itu memiliki kecerdasan logis-matematis seperti yang kita harapkan. Guru itu harus senantiasa belajar. Tampaknya benar adanya, bahwa lebih banyak yang kita harus pelajari dari siswa dari pada yang kita ajarkan/belajarkan.
Bila kita cermati, arti matematika sendiri ialah ilmu menghitung, ratu dan pelayan ilmu, ilmu deduktif, ilmu berpikir abstrak dan masih banyak lagi penjelasannya. Sehingga bisa dibilang, matematika merupakan pelajaran yang amat penting  dan tidak gampang.
Lalu kenapa guru matematika suka marah-marah dan selalu di cap muridnya “galak”?. Apakah karena umur? Karena bila kita lihat kebanyakan guru matematika ialah seorang yang bisa dibilang kepala tiga ke atas. Bukan, bila kita bandingkan dengan ibu kita yang umurnya juga  segitu, ia tidak galak, tapi mengapa guru matematika galak?
Banyak pikiran, guru matematika memang mesti memikirkan banyak hal bagaimana ia menagajar muridnya. Tetapi tidak hanya guru matematika saja, guru lain juga begitu bukan, apalagi bapak kita sendiri, setiap hari ia mesti memikirkan mau menafkahi keluarganya dengan apa.
Lalu apa alasan sebenarnya? Alasan guru matematika galak ialah karena guru matematika sulit dalam menahan emosi. Pelajaran matematika merupakan pelajaran yang butuh-butuh kesabaran untuk mengajar muridnya karena, selain menanamkan konsep kepada anak, pembelajaran ini juga tidak bisa dipahami dengan menghapal saja, sehingga pelajaran ini bukanlah pelajaran yang gampang, terlebih muridnya itu malas belajar dan enggan mendengarkan guru. Makanya, guru matematika suka memarahi muridnya, itu semua karena perilaku murid yang gemar mengobrol dan tidak mendengarkan guru. Padahal matematika itu pelajaran yang penting dan pelajaran matematika itu harus dipelajari bertahap. Sehingga, bila murid tidak memahami pelajaran matematika hari ini kemudian baru mendegarkan pelajaran matematika dari gurunya minggu depannya, itu akan membuat si anak tidak mengerti karena ia belum dapat dasarnya. Kalau begitu, bagaiman guru matematika tidak marah dan galak? Itu semua karena perilaku kita juga. Bila kita menjadi siswa yang mau mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan guru, maka tidak mungkin guru tersebut memarahi kita. Maka dari itu sebaiknya jangan menjudge guru matematika itu “Galak”, karena kita sendirilah yang membuatnya di cap seperti itu. Terimakasih.
 


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Copyright © orange -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan