Posted by : Unknown
Rabu, 10 Desember 2014
Sering kita lihat di dalam televisi,
ketika sebuah peristiwa disiarkan, maka pastilah ada penyiar atau yang biasa
disebut sebagai reporter. Reporter ialah orang yang menjelaskan peristiwa yang
sedang terjadi dan melaporkannya kepada orang lain. Reporter
melakukan tugasnya bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk orang lain,
yaitu pemirsanya. Seorang
reporter mempunyai karakter yaitu:
1.
Rasa ingin tahu
2.
Komitmen
3.
Integritas
4.
Keakuratan
5.
Dapat diandalkan
6.
Kecepatan/ Kesiapan
7.
Deadline
8.
Keterbukaan
9.
Keterlibatan
10.
Objektifitas
Dan kita harus mengetahui apa yang diharapkan seorang pemirsa dari berita
yang dibawakan oleh reporter, yaitu:
1.
Kebenaran
Kebenaran adalah bagian dari
kredibilitas dan tanggung jawab seorang reporter. Pemirsa cenderung percaya
dengan apa yang disampaikan reporter.
2.
Objektifitas
Fakta yang dilaporkan harus seimbang dan objektif, tidak diwarnai pendapat
maupun asumsi serta kepercayaan reporter. Laporan yang seimbang dan objektif
akan memupuk kredibilitas anda. Pemirsa tidak menginginkan berita yang memihak
dan sepihak.
3.
Kelengkapan
Pemirsa menginginkan laporan yang selengkap mungkin dan dari semua sudut.
Untuk berita-berita penting perlu diadakan up-dating dan follow up dari
berbagai macam angle guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang pasti timbul di
benak-benak pemirsa mengenai kejadian tersebut
4.
Jelas
Laporan harus jelas karena tidak dapat disampaikan dua kali ( tidak seperti
media cetak). Oleh sebab itu penulisannya pun harus jelas dan tidak
berbelit-belit. tujuan laporan adalah guna memberikan informasi yang jelas dan
akurat dan bukan untuk membingungkan pemirsa.
5.
Sumber
Sumber harus dari orang yang meyakinkan dan mengerti masalah, serta harus
diidentifikasikan. Pemirsa hanya ingin mengetahui opini orang yang dapat
dipercaya sebagai representatif dari suatu kejadian.
Namun benarkah hal-hal tersebut
yang didapatkan pemirsa dari seorang reporter? Dalam tuntutan
zaman sekarang, acara TV yang berkaitan pembawaan berita tidak lagi menampilkan
tugas repoter yang sebenarnya maupunkeinginan pemirsa yang sebenarnya. Di zaman
sekarang ini, orang lebih tertarik dengan berita terkesan melakukan kontoversi,
atau drama yang berlebihan. Acara yang dapat mengemas beritanya dengan seperti
itulah yang sekarang lebih sering kita lihat.
Contohnya
saja, berita mengenai pertikaian antara kubu merah putih dan kubu indonesia
hebat. Bila kita lihat di televisi, pertikaian kedua kubu itu berlangsung
sangat hebat? Namun benarkah apa yang ditayangkan di televisi itu benar-benar
kejadian yang benar-benar panas? Atau hanya sebuah drama yang dibuat-buat?
Seseorang
yang pernah bekerja di DPR bercerita tentang kedua kubu yang telah selesai bertikai itu makan bersama setelah sidang selesai. Lalu
kemanakah pertikaian yang panas itu? Ya itu ialah salah satu kehebatan media
dalam mengemas sebuah berita.
Maka
dari itulah, sebagai seorang pengguna televisi di zaman sekarang, kita tidak
bisa saja menyetujui mentah-mentah apa yang dikatakan oleh seorang reporter
dalam berita atau pun acara TV yang sedang menayangkan berita. Karena mungkin
saja, berita yang ia bawakan telah ia kemas dalam bentuk cerita semenarik
mungkin yang hanya menginginkan kepuasan pemirsa saja sehingga ia mendapat
rating yang bagus atas beritanya.
Pekerjaan
seorang repoter bukan juga pekerjaan yang mudah. Tujuannya
adalah memberikan informasi terhadap masyarakat luas. Sebaliknya masyarakat
luas sangat mengandalkan laporan reporter sebagai sumber informasi utamanya. Masyarakat
sangat mempercayai apa yang dihasilkan reporter. Mereka tidak akan pernah
berasumsi bahwa anda berbohong, bahwa reporter tidak objektif dan memihak.
Oleh sebab itu, sebagai reporter memiliki tanggung jawab yang besar, yaitu
memberikan yang paling akurat,
Reporter
ditonton oleh semua orang yang menonton acara. Perkataan dari seorang reporter
didengar oleh semua orang yang melihatnya ketika menonton televisi. Pernyataan
yang reporter itu dipercaya oleh pemirsanya sebagai sebuah kebenaran. Pernyataan
reporter bisa saja membunuh orang yang tidak bersalah hanya dengan satu
pernyataan yang ia ucapkan dan bisa pula menaikkan derajat seseorang dengan apa
yang dia katakan. Seorang reporter tidak boleh berkata atas dasar spekulasi
sendiri. Ia harus berbicara secara fakta.
Oleh
karena itu, sebaiknya sebuah acara TV dan reporter di dalamnya benar-benar
membawakan berita dari sudut pandang manapun dan tidak hanya membawakan berita
dengan drama ataupun kebohongan seperti
yang terjadi saat ini.
