Posted by : Unknown
Selasa, 23 Desember 2014
Lanjutan rangkuman
filsafat dewasa ini..(hal 19-33)
Pada abad ke-18,
Cita-cita dan kebudayaan berdasarkan ilmu pengetahuan mulai kelihatan. Kemudian
pada abad ke-19 kepercayaan terhadap kekuasaan yang hebat dari berpikir secara
ilmu pengetahuan mencapai pada puncaknya. Pada abad ini orang mengira dasar segala
persoalan dapat dijelaskan dengan ilmu.
Sejarah adalah cerita
tentang kemajuan manusia. Ilmu adalah lamban utama dari kemajuan. Makin banyak
ilmu yang mengumpulkan pengetahuan. Lambat laun, asas-asas dengan ilmu tidak
kuat lagi. Ilmu-ilmu mengalami krisis umum. Hal yang dahulu dianggap sebagai
semestinya dan tidak dilanjutkan lagi menjadi persoalan kembali.
Anggapan ilmu mulai
berubah yaitu bertambah nucther dan lebih berdasarkan kenyataan. Misalya,
kemajuan ilmu kealaman yang menemukan peristiwa -peristiwa yang baru seperti
radiotivitas, neutron, dsb. Ilmu kealaman terus memperbarui dasarnya dan
mengumpulkannya dengan teori baru yang digabungkan dengan teori lama. Ilmu
mengalami kemajuan secara tidak teratur dari munculnya penemuan-penemuan baru,
metode-metode baru, alat-alat baru,dsb.
Sejarah filsafat
berbeda dengan sejarah ilmu-ilmu khusus terutama ilmu kealaman. Ilmu kealaman
bersifat agak kontinue. Namun, setelah corpenius, keppler dan galilei, ilmu
berubah dan tidak kembali pada keadaan sebelumnya. Kebenaran secara ilmu
dibuktikan dengan teori dan pengamatan. Perbedaannya terlihat pada saat
corpenius memutar balikan gambaran dunia.
Ia membuktikan dengan pengalaman. Sebaliknya, idealisme kant yang
menyatakan matahari pusat jagat raya tidak mungkin dapat dibuktikan dengan
pengalaman. Sebab kant, bukan memikirkan cra mendpatkan pengetahuan dari
pengalaman, namun memikirkan apa sebenarnya pengalaman itu dan bagaimana
mungkin bisa ada pengalaman sebagai pesoalan.
Filsafat bersumber pada
manusia dan mengenai manusia. Ini maksudnya manusia yang berfilsafat sendiri.
Selain berada di tengah-tengah dam diantara manusia itu sendiri, filsafat tidak
ada.
