Posted by : Unknown
Rabu, 10 Desember 2014
Pendahuluan
Filsafat ada untuk mengetahui dunia. Ini berarti filsafat ada untuk memahami sesuatu tentang dunia. Jika kita mengetahui filsafat, kita harus mengetahui pula mengenai filsafat dewasa ini, sebab filsafat hanya didapat di dalam dan di antara manusia yang berpikir.
Filsafat ada untuk mengetahui dunia. Ini berarti filsafat ada untuk memahami sesuatu tentang dunia. Jika kita mengetahui filsafat, kita harus mengetahui pula mengenai filsafat dewasa ini, sebab filsafat hanya didapat di dalam dan di antara manusia yang berpikir.
Bukan
semua orang merupakan filsuf , hanya orang yang memiliki kecerdasan normal yang
dapat menjadi filsuf, yaitu di dalam manusia yang berpikir, karena hanya
manusialah yang memikirkan mengenai masalah dari suatu hal yang terjadi. Filsuf
ialah ahli pikir radikal, maksudnya, ia berusaha mencapai akar( seperti akar
kenyataan, dunia, wujud, akar
pengetahuan diri sendiri). Jika akar ini ditemukan, maka semua yang
berakar padanya akan dapat dipahami.
Filsafat
yunani dulu mengatakan bahwa filsafat timbul karena ketakjuban, ketakjuban
manusia yaitu berupa pertanyaan, karena bertanya itu tak ada habisnya. Dari
sebuah jawaban dari suatu pertanyaan, akan muncul lagi pertanyaan yang baru.
Pertanyaan itu oleh seorang filsuf tidak boleh diabaikan begitu saja, karena
letak perbedaan manusia dengan mahluk lainnya( Binatang) ialah dari bertanya.
Manusia selalu bertanya mengenai suatu hal, sedangkan binatang tidak.
Dalam
filsafat, terdapat unsur-unsur yaitu: 1) Yang menanya yaitu manusia; 2) Sesuatu
yang ditanya yaitu biasanya ialah kenyataan dalam arti yang paling umum; dan 3)
Sesuatu yang menjadi pokok pertanyaan yaitu sebab/ tujuan peristiwa tertentu,
arti kejadian-kejadian akibat perbuatan tertentu . Dari sebuah kenyataan atau kejadian dibuat
menjadi permasalahan yang akan dikaji oleh filsafat.
